Webinar Nasional FPIK UTU: Bahaya Membuang Sampah ke Laut

Rektor Universitas Teuku Umar (UTU), Prof. Dr. Jasman J. Ma`ruf, SE.,MBA, membuka webiner seminar nasional, “Dampak Mikroplastik Terhadap Ekosistem Pesisir dan Laut” secara online, 14 Mei 2020. Seminar Webiner Nasional ini, diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK-UTU).

Prof. Jasman menegaskan, Webinar ini sebagai wadah membagi pemahaman dan ilmu pengetahuan dalam aspek lingkungan dimana kita ketahui laut dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah plastik yang sangat berbahaya. Melalui diskusi ilmiah ini, diharapkan dapat memberikan masukan kepada pemerintah dan masyarakat terkait dampak mikroplastik terhadap ekosistem pesisir dan laut. Selain itu, Dekan FPIK-UTU, Prof. Dr. M. Ali Sarong, M. Si dalam sambutannya juga mengatakan bahwa webiner ini dijadikan sebagai perekat silaturahmi bagi anak bangsa seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang menjadi tonggak sejarah di Bumi teuku Umar.

Keynote speaker webiner seminar, Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA, (pakar Bioremediasi Kelautan dan Pencemaran laut), dalam scientific presentation-nya menjelaskan bahwa plastik berasal dari sintetik organic polimer dimana sekitar 35% berasal dari serat pakaian yang terbawa (run off) menuju laut. “Ini dapat mempengaruhi ekosistem pesisir dan laut”, ujar Agung Dhamar.

Narasumber seminar nasional, Prof. Dr. Akbar Tahir, M.Sc (Guru Besar Bidang Pencemaran Laut dan Ekotoksikologi FIKP Universitas Hasanuddin) memaparkan tentang hasil-penelitian mikroplastik yang berada di Sulawesi Selatan. Dalam pemaparannya, yang menarik bahwa perlu adanya mobilisasi mahasiswa KKN sebagai kekuatan dahsyat yang dimiliki oleh institusi dalam mengurangi sampah plastik yang ada di lautan.

Pemateri dari Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Muhammad Reza Cordova, M.Si menjelaskan, bahwa 80% partikel mikroplastik berasal dari daratan (terrestrial) dan 20% partikel mikroplastik yang berasal dari lingkungan laut. Banyak studi mikroplastik yang sudah dilakukan oleh Muhammad Reza, salah satunya studi mikroplastik di perairan selatan Jawa dan Pesisir Barat Sumatera bahwa mikroplastik sudah ditemukan pada kedalaman 2000 meter. Tentunya pencemaran mikroplastik ini kemungkinan besar mempengaruhi biodiversitas hayati laut.

Narasumber lainnya, Prof. Dr. Etty Riani, MS (Guru Besar bidang Ekotoksikologi FPIK IPB University) menjelaskan secara detail dampak mikroplastik pada tubuh manusia yang menyebabkan karsinogenik. Prof. Etty telah banyak melakukan kajian-kajian ekotoksikologi bersama mahasiswa bimbingannya. “Alam adalah titipan dari anak cucu kita oleh karena itu peliharalah sebaik-baik mungkin” sebut Prof. Etty.

Ketua Jurusan Ilmu Kelautan FPIK-UTU, Mohamad Gazali, S.Pi., M.Si selaku ketua panitia Webinar menjelaskan, peserta yang ikut acara webiner ini sangat antusias sekali dengan jumlah peserta ± 400 orang yang berasal dari Aceh sampai Papua. Outcomes dari Webinar melahirkan research collaboration para peneliti/akademisi yang berkecimpung dibidangnya dan melahirkan policy brief berupa rekomendasi kepada pemerintan daerah terkait sampah plastik yang bersifat non-biodegradable.

Komentar :

Lainnya :