Wakil Rektor I UTU Lakukan Monev Liga 2 Program Kompetisi Kampus Merdeka di Aceh Selatan
  • UTU News
  • 25. 10. 2021
  • 0
  • 585

TAPAKTUAN, UTU – Dalam rangka pelaksanaan monitoring dan evaluasi Liga-2 Program Kompetisi Kampus Merdeka Universitas Teuku Umar yang berada di beberapa titik di pantai Barat Selatan Aceh, yakni di Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Nagan Raya, Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Simeulue, Kabupaten Aceh Selatan dan Kabupaten Aceh Singkil. Tim monev dari UTU melakukan pelaksanaan pengawasan dan evaluasi terhadap terlaksananya program PKKM UTU tahun 2021 di Desa Kuta Blang, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, Rabu 20 Oktober 2021.

Hadir dalam kegiatan monev di Aceh Selatan tersebut adalah Wakil Rektor I Universitas Teuku Umar, Dr. Alfizar, DAA, Ibu Wakil Rektor I dan anggota tim Monev Ikhsan, S.E, M.Ak yang juga merupakan dosen pada Prodi Akuntansi UTU. Selain itu hadir juga para mahasiswa peserta bina desa di desaa Kuta Blang Samadua Aceh Selatan.

Wakil Rektor I Universitas Teuku Umar, Dr. Alfizar, DAA dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan Monev tersebut adalah untuk melihat langsung di lapangan tentang kemajuan program-program yang telah dilaksanakan di lapangan melalui program Liga-2 Program Kompetisi Kampus Merdeka yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Dr. Alfizar menyampaikan bahwa secara umum dapat digambarkan bahwa keberadaan mahasiswa yang ikut serta program liga2 di desa Kuta blang, Kecamatan Samadua sudah berlangsung selama 3 bulan terhitung sejak 26 Juli 2021.

Sementara itu, Alwi salah satu peserta magang bina desa di desa setempat menyampaikan bahwa kegiatan yang sudah dilaksanakan di lapangan meliputi kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk Balita, Ibu hamil dan Ibu menyusui. Selain itu, menurutnya tim juga sudah melakukan sosialisasi pembuatan mie dari daun kelor dimana khasiat daun kelor begitu baik untuk kesehatan tubuh.

Ia menambahkan juga bahwa tim juga sudah melakukan pengukuran terhadap bayi di desa setempat secara berkala. Hal ini perlu dilakukan untuk menentukan apakah bayi tersebut dinyatakan stunting atau tidak.

“Di Bidang Pertanian, para tim sudah melaksanakan FGD dan pembentukan kelompok zero stunting pada tanggal 28-29 Juli 2021. Tugas kelompok adalah mengajarkan pemanfaatan halaman rumah sebagai apotik hidup,” jelasnya.

 

Lainnya :