UTU Hadiri 'The 5th Indonesia-Japan Rector Conference' di Hiroshima- Jepang
  • UTU News
  • 22. 10. 2019
  • 0
  • 436

MEULABOH, UTU - Universitas Teuku Umar (UTU) konsisten dalam program internasionalisasi, salah satunya dengan partisipasi UTU dalam The 5th Indonesia-Japan Rector Conference yang diadakan oleh Universitas Hiroshima Jepang di pusat Kota Hiroshima pada tanggal 9-11 Oktober 2019.

Mewakili UTU yang hadir dalam forum internasional tersebut adalah Wakil Rektor I bidang Akademik, Dr. Alfizar, DAA dan Wakil Rektor II bidang Keuangan Dr. Ishak Hasan, M.Si.

"Pertemuan rektor yang mengangkat tema 'Collaboration in Research and Education for Sustainable and Peaceful Society' ini, bertujuan untuk mempererat kemungkinan peluang kerjasama di bidang penelitian, pendidikan, keilmuan dari berbagai disiplin ilmu," kata Dr. Ishak Hasan, di Meulaboh, senin (21/10).

Prof. Mitsuo Ochi, Rektor Hiroshima University dalam sambutannya menyatakan bahwa tujuan pertemuan ini adalah untuk memperkuat kerja sama antar Universitas di Jepang dan Indonesia, khususnya di bidang pengembangan penelitian dan pendidikan. Selain itu juga, Mitsuo menekankan peran pemuda di masa depan dunia dan bahwa kedua negara harus bersiap untuk itu.

Menurut Mitsuo, masyarakat di dunia saat ini menghadapi masalah yang sama, masalah krisis ekonomi, terbatasnya lapangan kerja, terorisme, masalah energy, masalah pangan, bencana alam. Oleh sebab itu maka kita harus bekerja sama untuk mencari solusi yang tepat menghadapi masalah global. Hari ini ada 69 Universitas Indonesia yang hadir pada pertemuan conference rector’s dan perguruan tinggi yang sudah melakukan kerjasama dengan University yang ada di Jepang sebanyak 17 PTN.

Forum Rektor Jepang-Indonesia ini menghadirkan Keynote Speech, Yasuo Fukuda, Chairman of Japan Indonesia Association, Former Prime Minister of Japan (mantan Perdana Mentri Jepang). Selain itu turut hadir Leader International Strategy Team, Higher Education Bureau, Mr. Matsunaga Satonobu. Ministry of Education, Culture, Sport, Science and Technology-Japan. Duta Besar Republik Indonesia untuk Negara Jepang, M.Arifin Tasrif dan Dirjen Pembelajaran dan mahasiswa, Kemenristekdikti. Prof Ismunandar.

Prof. Ismunandar dalam sambutannya menggambarkan bahwa sampai saat ini ada 69 perwakilan Universitas Indonesia yang hadir untuk mencoba melakukan kerjasama dengan University di Japan. Kerjasama yang dilakukan adalah dalam bidang Tridarma Perguruan Tinggi mencakup pendidikan yang berkelanjutan, kerjasama pengembangan Riset dan inovasi dalam bingkai Triplehelix yaitu perguruan tinggi, pemerintah, dan pihak industry. Pada era industry 4.0 ada 23 juta pekerja yang akan digantikan dengan automotisasi. Focus Kemenristekdikti dalam kerjasama ini adalah : Student mobilities, staff exchange, joint research, joint degree programs, short term programs.

Pertemuan tersebut dibagi dalam beberapa diskusi kelompok dan digelar sesi saling mengunjungi memperkenalkan kampus masing- masing.

Dr. Alfizar, DAA kepada media UTU.News mengatakan UTU ikut serta dalam pelaksanaan pertemuan para rektor perguruan tinggi dari berbagai negara, dengan tujuan penjajakan kerjasama dan lebih menitikberatkan pada hubungan lembaga pendidikan tinggi kepada pemerintah, industri maupun masyarakat.

"Kesempatan ini kami manfaatkan untuk membuka peluang kerjasama antara Universitas Teuku Umar dengan perguruan tinggi negara lain sebagai upaya mempererat jaringan antara perguruan tinggi," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, diantaranya dilakukan penjajakan kerja sama dengan Kumamoto University, Kobe University dan Tohoku University.

"Bagi kami, pendekatan ini adalah peluang strategis untuk mengembangkan kampus UTU untuk bekerja sama dengan kampus luar negeri termasuk dalam penyerapan teknologinya," ucap akademisi lulusan Prancis ini.

Selain perwakilan Universitas Teuku Umar, perwakilan PTN lain dari Aceh yang hadir dalam forum tersebut adalah Wakil Rektor I Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Prof. Dr. Ir. Marwan dan Rektor Universitas Malikussaleh, Dr. Ir. Herman Fitra. (Aduwina).

Komentar :

Lainnya :