Tingkatkan Kemampuan Soft Skill. HMTI UTU Gelar Workshop  Publik Speaking
  • UTU News
  • 22. 10. 2019
  • 0
  • 315

MEULABOH, UTU - Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Universitas Teuku Umar menggelar workshop Publik Speaking yang berlangsung selama dua hari , 18 s/d 19 Oktober 2019, di aula kampus UTU Meulaboh. Acara yang bertemakan “To Be Great a Speakers in Era Revolusi Industry 4,0”, diikuti 120 orang peserta, teridiri dari mahasiswa teknik industri, serta perwakilan mahasiswa/i utusan berbagai program studi lingkup kampus UTU.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut wakil dekan I dan unsur ketua prodi FT UTU, ketua Himpunan Mahasiswa, serta ketua badan eksekutif mahasiwa FT UTU. Wakil dekan I FT UTU, Samsunan ST., MT, dalam sambutannya mewakili dekan, menyampaikan harapannya supaya alumni dilingkungan mahasiswa dilingkungan teknik UTU tidak saja memiliki kemampuan nilai akademik berupa IPK yang tinggi, tetapi juga dibekali kemamuian core soft skill lainnya, diantaranya kemampuan berbicara didepan khalayak luas yang mumpuni atau sering disebut publik speaking. Oleh sebab itu, jajaran pimpinan fakultas teknik menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana yakni HMTI UTU.

Sebagai Pemateri I, Said Fadhlain, S. IP., MA membahas mengenai Public Speaking bukanlah aktivitas yang didesain ataupun keahlian yang hanya dimiliki kalangan tertentu, melainkan menjadi kemampuan core soft skill pendukung bagi seluruh kalangan, khususnya generasi milenial mahasisw/i kampus UTU.  Sejarah mencatat bahwa beberapa tokoh pembicara yang telah merubah dunia antara lain Sukarno (presiden pertama RI) dan BJ Habibie(presiden pertama RI era Reformasi) yang nota bene adalah alumni fakultas teknik.

Modal utama yang harus dimiliki oleh sepakers dalam berbicara didepan orang banyak adalah membangun kepercayaan diri, melakukam persiapan sebelumnya tentang apa yang ingin disampaikan kepada khalayak, melatih diri secara kontinyu, baik secara mandiri ataupun dengan rekan lainnya, serta melakukan evaluasi khusunya performance saat berbicara didepan khalayak. Public speaking yang baik dan benar, adalah kemampuan pembicara untuk memadukan bahasa verbal dan non verbal, sehingga memberikan daya tarik tersendiri bagi khalayak untuk mendengarkannya. Teknik ini berupa meramu olah vokal atau intonasi diikuti gerak tubuh atau gesture pembicara dalam menyampaikannya kepada khalayak.

Ketua panitia, Aries Hermansyah kepada media UTU.News menjelaskan rangkaian kegiatan public speaking dihari pertama menghadirkan pemateri dosen Ilmu Komunikasi UTU, juga praktisi Publik Speaking, Said Fadhlain, S. IP., MA, serta Fitriadi MT, dosen teknik industri UTU. Selanjutnya dihari kedua oleh Rizky Laturrahmi, alumni FT UTU sebagai fasilitator workshop.

Tampak antusiasme peserta dalam mengikuti workshop ini. Dimana selama dua hari penuh, sejak hari pembukaan hingga penutup kegiatan, para peserta tetap mengikuti dengan serius dan interaktif berpartisipasI setiap materi yang diikuti.

Selanjutnya, Okta Rezayansyah, selaku Ketua HMTI UTU sekaligus penanggung jawab kegiatan menjelaskan, workshop ini diharapkan agar nantinya mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan akademik (Hard Skill) tapi harus mampu juga pada (Soft Skill). Salah satu soft skill yang dibutuhkan mahasiswa saat ini adalah kemampuan berbicara didepan umum secara baik dan benar, karena setiap harinya mahasiswa berkomunikasi dengan orang banyak, mau penyampaian saat berpidato, presentasi, memberi sambutan, atau menyampaikan sesuatu, tetapi pada hari ini berbicara di depan umum menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian orang.

HMTI UTU berupaya memenuhi salah satu kebutuhan tersebut dam menjadikan Workshop Publik Speaking sebagai wahananya. (Aduwina/*)

Komentar :

Lainnya :