MAHASIWA FE UTU IKUTI PROGRAM STUDENT EXCHANGE UMT
  • Fakultas Ekonomi
  • 23. 10. 2019
  • 0
  • 264

Seperti yang kita tahu bahwa malaysia sudah dikategorikan sebagai negara maju dan sudah pasti didalam negara tersebut baik dalam segi ekonomi maupun infrastruktur nya sudah sangat bagus. Jadi jangan heran kalau negara tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakatnya disana dengan fasilitas yang memadai. Contohnya saja kami telah mengunjungi salah satu universitas disana yaitu UNIVERSITAS MALAYSIA TERENGGANU ( UMT ). Letak universitas ini berada di sepanjang laut cina selatan di kuala terengganu dan tidak jauh dari danau kenyir. Lokasinya sangat strategis yang menjadikan UMT sebagai salah satu universitas negeri terkemuka di sejumlah bidang khusus seperti ilmu kelautan.

Saya Tgk Faathir Muhammad Akbar peserta program mobility UTU – UMT. Sebuah program yang sama dengan pertukaran pelajar. Banyak pengalaman baru yang bisa didapatkan disana misalnya saja tentang kedisiplinan, kejujuran, kebersihan dan sifat saling menghormati antar sesama yang ada pada masing-masing pribadi mahasiswa disana yang patut kita contoh terutama dalam diri kita sendiri.

Kedisiplinan merupakan hal yang paling dibutuhkan disetiap kegiatan untuk menunjukkan sikap dengan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, keteraturan dan ketertiban. Tidak bedanya dengan mahasiwa di UMT yang menggunakan sikap kedisiplinan yang dapat menjaga proses belajar mengajar dengan baik dan lancar. Pastinya kedisiplinan adalah salah satu kunci kesuksesan.

Kemudian ada lagi sifat kejujuran yang di taati disana yang dimana kita semua tahu bahwa tuhan yang maha esa maha melihat atas segala sesuatu. Salah satu contoh yang saya lihat yaitu di sepanjang jalan khusus pejalan kaki, setiap 50 meter kedepan, dipinggir jalan sudah tersedia satu tempat yang tertata botol minuman untuk dibeli tanpa penjualnya dan tersedia juga tabung untuk memasukkan uang bagi yang membeli. Pastinya semua berfikir botol seperti itu  bisa habis tanpa dibayar sepersen pun, namun tidak demikian disana sebab meraka tahu bahwa tuhan maha melihat segala sesuatu. Sifat itulah yang membuat saya salut dengan mahasiswa disana .

Karna UMT merupakan salah satu universitas terbaik disana, pastinya disana sudah memiliki fasilitas yang lengkap dan memadai bagi mahasiwanya. Fasilitas disana antara lain; asrama, pusat kesehatan, perpustakaan, stadion, mesjid, dan masih banyak lain lagi. “Semua kampus di Malaysia terdapat fasilitas rumah sakit kampus walaupun universitas tersebut tidak terdapat fakultas kedokteran namun tetap tersedia juga rumah sakit bagi mahasiswa disana” kata afif salah seorang mahasiswa di kampus UMT.

Harapan saya adalah semoga kedepannya kampus kami (UTU) dapat menjadi kampus seperti UMT yang tidak hanya lengkap dengan fasilitas namun juga kebersihan, kedisiplinan, kejujuran dan sikap lainnya yang terjaga dan dapat kita contoh dalam diri kita.       

selain Fasthir, mahasiswa FE UTU lainnya yang mengikuti program ini yaitu Reka Purnama Sari yang ikut membagikan pengalamannya selama mengikuti program tersebut:

"Dosen adalah seorang guru sekaligus menjadi seorang teman bagi anak didikannya sebagai wadah pengimplementasian ilmu yang diajarkan kepada mahasiswa/i nya. Di Universiti Malaysia Terengganu (UMT), saya melihat dosennya begitu dekat dengan mahasiswa/i disekelilingnya, seperti layaknya seorang teman yang sedang bergurau. Hal ini bisa kita maknai agar mahasiswa/i nya bisa cepat memahami dan menangkap apa yang dijelaskan oleh dosen-dosen Universiti Malaysia Terengganu (UMT) tersebut. Suasana di dalam ruang belajar  begitu hangat dan tidak menegangkan pada saat proses pembelajaran. Sebutan mahasiwa/i Universiti Malaysia Terengganu (UMT) kepada dosen dengan panggilan ‘’Doctor’’. Di dalam ruang belajarnya bisa kita lihat bagaimana dosen atau sebutan ‘’doctor’’ memberikan berbagai metode atau tehnik pembelajaran yang dinamis serta berbasis logika dan realita dan tidak terfokus pada teori yang ada di buku. Seperti contohnya kejadian apa yang sedang dibahas dunia dan masalah apa yang sedang terjadi di dunia. Nah, melalui metode seperti itu, kita bisa merangkai opini sendiri yang sesuai dengan peristiwa yang benar-benar terjadi saat ini.   Melalui pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa setiap dosen memiliki gaya mengajar yang berbeda-beda atau dianamis untuk menarik perhatian dan kefokusan mahasiswa/i yang sedang mengikuti proses pembelajaran dengannya. Salah satu contoh yang bisa kita ambil yaitu dengan mengajak mahasiswa/i bergurau dan tidak mengekang argument orang lain."

 

 

Lainnya :