Mahasiswa HMIK UTU Gelar Aksi Gerakan Bersih Pantai

MEULABOH, UTU -  Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan-Universitas Teuku Umar (FPIK-UTU) yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan (HMIK) menggelar terumbu ilmu kelautan dan gelegar pemuda serta aksi gerakan bersih Pesisir Pantai Peunaga Permai, Kebupaten Nagan Raya, Minggu, 15 September 2019.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka membangun persaudaraan mahasiswa ilmu kelautan yang berprestasi dan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-74 serta Hari Maritim Nasional Ke-56, ujar Mohamad Gazali, S.Pi., M.Si (Ketua Jurusan Ilmu Kelautan FPIK).

Kegiatan ini diikuti sekitar 70 mahasiswa, dosen ilmu kelautan, Organisasi Mahasiswa (Ormawa), meliputi UKM SDC, BEM FPIK, DPM FPIK, HMJ HIMAPIKAN DAN HMJ HIMAKUA. Ketua Panitia Pelaksana, Zul Afrizal mengatakan, kegiatan tersebut merupakan momen dalam menjalin silaturahmi antara mahasiswa baru (MABA) Program Studi (Prodi) Ilmu Kelautan dengan mahasiswa senior serta dosen Prodi Ilmu Kelautan. Melalui kegiaran ini diharapkan komunikasi dan hubungan kerjasama semakin kokoh dalam membangun Prodi Ilmu Kelautan. “Kami berusaha meminimalisir gap antara senior dan junior sehingga terbangun komunikasi dan kerjasama yang baik”.

Muhammad Syafik, Ketua HMIK menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan agenda lanjutan dari Silaturrahmi Mahasiswa Baru (SIMBA FPIK) dengan melaksanakan aksi lapangan berupa gerakan bersih pantai dan mewujudkan Go Green Marine Science dengan mewajibkan setiap mahasiswa dan dosen membawa Tumbler dan makan bersama beralaskan daun pisang.

Kegiatan tersebut dimeriahkan dengan kegiatan outbound seperti lomba tarik tambang, lomba lompat karung dan lomba yel-yel serta perlombaan lainnya. Mohamad Gazali, menyampaikan harapannya, kedepan mahasiswa dianjurkan untuk berfikir kreatif dan inovatif . “Kita tidak hanya sekedar rekreasi atau outbound di pesisir pantai, akan tetapi harus adanya proses penerungan (kontemplasi) dari mahasiswa sehingga bisa menemukan ide-de kreatif.

Mohamad Gazali menyebutkan, sepulang dari kemah kreatif di Lhok Geulumpang, manusia dibekali dengan otak kanan sehingga perlu didorong untuk berfikir imajinatif tidak hanya dosen akan tetapi mahasiswa sehingga terlahirlah berbagai ide-ide kreatif. Selain itu, perlu dibentuk kelompok diskusi mahasiswa dan dosen “academic atmosphere” yang kondusif.

Dikatakan, beberapa mahasiswa berprestasi di kancah nasional telah memberikan motivasi prestasi dan sharing pengalaman dalam kegiatan Terumbu Ilmu Kelautan dan Gelegar Pemuda kepada mahasiswa Prodi Ilmu Kelautan dalam berbagai ajang bergengsi nasional kemahasiswaan seperti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), UTU AWARDS, LKTI dan Perlombaan lainnya

Komentar :

Lainnya :