KEGIATAN DEKLARASI GAMPOENG TEUPIN PANAH KECAMATAN KAWAY XVI
  • Fakultas Ekonomi
  • 23. 10. 2019
  • 0
  • 285

Fakultas Ekonomi Universitas Teuku Umar melakukan kegiatan pendeklarasian Desa Teupin Panah sebagai desa binaan yang berlangsung pada hari Minggu 20 Oktober 2019.  Dr. Syahril, S.E., M.Si (Wakil Dekan I ) mewakili Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Teuku Umar Dr. T. Zulham, S.E., M.Si. menuturkan bahwa terpilihnya Desa Teupin Panah sebagai desa binaan karena desa ini diklasifikasikan sebagai desa terpencil di kec. Kaway XVI Aceh Barat. Kemudian ada beberapa dosen UTU sudah melakukan kegiatan pengabdian di desa ini mulai tahun 2016 dan masyarakat merasakan  bermaanfaat dan memberikan dampak positif. Hasil diskusi dari beberapa kali pertemuan dengan Geuchik dan aparatur Gampoeng mengharapkan UTU membina dan memdampingi dalam peningkatan ekonomi masyarakat Gampoeng Teupin Panah.

Menindaklanjuti dari harapan tersebut dihari pendeklarasian dilakukan pelatihan dengan tema “ perkebunan kelapa sawit dan peternakan Sapi terintegrasi”. Tema ini menyahuti merosotnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dalam dua tahun terakhir ini mengakibatkan menurunnya pendapatan petani sawit di Gampoeng Teupin Panah yang diperoleh sehingga semangat dalam berusaha dan mengembangkan perkebunan sawit semakin rendah. Jika kondisi ini terus berlanjut dan dibiarkan maka dalam jangka menengah dan panjang akan mengakibat perkebunan sawit terbengkalai dan tidak terurus karena hasil produksi tidak dapat menutupi biaya pemeliharaan perkebunan kelapa sawit. Pada tahun 2016, tim telah membuat rancangan sistem pemeliharaan perkebunan kelapa sawit yang lebih efesien dan efektif dengan teknologi pemupukan di areal pergunungan (Syahril & Arie Saputra, 2016). Kemudian keterkaitan dengan teknologi ini adalah penggunaan kotoran ternak kerbau dan sapi sebagai sumber bahan baku pembuatan pupuk kompos (Kallo & Amin, 2019). Pupuk kompos ini adalah salah satu bahan utama yang dipermentasi dalam tabung dan dialiri melalui sitem pemipaan ke areal pohon kelapa sawit. Mengingat teknologi ini terus dimanfaatkan oleh petani sawit Gampoeng Teupin Panah sampai dengan sekarang, maka diperlukan mengkombinasikan perkebunan kelapa sawit dengan peternakan sapi  (Hidayat, 2017; Rusdiana 2013).

Pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan anggota  Anggota Kelompok Tani Makmue Beusaree dan masyarakat Gampoeng Teupin Panah serta warga gampoeng lainnya yang memiliki usaha perkebunan kelapa sawit di  Gampoeng Teupin Panah. Jenis pelatihan yang dilakukan, yaitu:

  1. Integrasi perkebunan kelapa sawit dan peternakan sapi oleh Dr. Helmi Noviar, S.E., M.Si
  2. Metode Bisnis Pengemukan Sapi oleh Muzakir, ST., M.T
  3. Pendirian dan pengelolaan koperasi oleh Affandi, S.E., M.Si
  4. Bank mawah, pengolahan produk Bahan BakuSapi/kerbau dan strategi pemasaran oleh Mirdha Fahlevi SI, S.E., M.S.M
  5. Penyusunan Laporan Keuangan Sederhana Usaha perkebunan sawit dan ternak sapi Gampoeng Teupin Panah oleh Lilis Marlin, S.E., M.Si

Kemudian program ini membutuhkan waktu jangka menengah dan panjang dalam mencapai tujuan dan harapan  meningkatkan dan menstabilkan pendapatan petani kelapa sawit, perlu dilakukan pendampingan dan monitoring terhadap efektifitas pelaksanaan program. Selanjutnya dalam waktu dekat ini tim Fakultas Ekonomi dan aparatur Gampong Teupin Panah akan membicarakan program kegiatan lain yang akan direalisasikan pada tahun 2020.

Harapan Dekan Fakultas Ekonomi Dr. T. Zulham, S.E., M.Si  dengan adanya  pembinaan  gampoeng teupin panah akan merubah klaster Gampoeng terpencil menjadi Gampoeng percontohan dalam penerapan model pemberdayaan ekonomi kerakyatan di Aceh Barat.

Lainnya :