DOSEN SDA IKUTI WORKSHOP PENULISAN BUKU AJAR DI FISIP UTU
  • akuatik
  • 18. 10. 2019
  • 0
  • 261

DOSEN SDA IKUTI WORKSHOP PENULISAN BUKU AJAR DI FISIP UTU

 

Meulaboh, Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. Mengapa harus menyusun bahan ajar? Karena dengan menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik, akan memudahkan mahasiswa atau peserta didik lebih mudah mendalami pelajaran. Disamping itu dengan adanya bahan ajar akan membantu peserta didik dalam memperoleh alternatif bahan ajar di samping buku-buku teks yang terkadang sulit diperoleh. Manfaat lainnya adalah memudahkan guru atau dosen dalam melaksanakan proses pembelajaran.

Apalagi dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 di mana perkembangan informasi dan teknologi berkembang pesat di masyarakat, sehingga buku ajar juga harus ada digitalisasi buku ajar yang dibuat. Selain itu, alangkah lebih baik jika buku ajar yang kita buat merupakan hasil dari penelitian, sehingga ada kesinambungan antara penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan pelatihan ini untuk menambah kinerja kita sebagai dosen dan untuk meningkatkan peringkat kampus. Buku ajar yang berhasil adalah yang diterbitkan oleh penerbit dan memiliki ISBN (International Standard Book Number).

Dalam perihal ajar mengajar, diperlukan adanya keterampilan menyusun bahan ajar untuk tenaga pengajar seperti guru/dosen. Hal ini bertujuan agar para pengajar dipermudah dalam melaksanakan proses belajar mengajar; yang juga akan membantu para peserta didik dalam memperoleh bahan ajar yang diampu oleh guru/dosen. Oleh karena hal demikian, dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, wawasan tentang prinsip penyusunan bahan ajar, maka program studi ilmu komunikasi FISIP UTU menyelenggarakan workshop Penulisan Buku Ajar. Acara yang diselengarakan di Aula Utama UTU mengundang pemateri yang sudah berpengalaman dalam dunia penulisan terutama penulisan buku, beliau adalah Bpk Yarmen Dinamika, Seorang dosen dan juga redaktur pelaksana pada harian Serambi Indonesia.

Pada saat memaparkan materinya bpk Yarmen menggatakan “Menulis itu bukan bakat, tapi kemauan. Siapapun dapat menulis, kecuali yang tidak mau”. Dosen Prodi SDA yang hadir pada acara tersebut sangat senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan tsb. Bpk Nabil Zurba mengatakan “Acara ini sangat bermanfaat, terutama bagi dosen karena banyak memberi tips dan teknik mengenai penulisan buku ajar yang baik dan benar”. (NBZ)

 

 

Lainnya :