Dosen Prodi Ilmu Kelautan Memberikan Materi Tentang Selam dan Teknik Pemantauan Terumbu Karang

Meulaboh - Pantai barat dan selatan (barsela) Aceh memiliki keunikan yang khas yang tidak dimiliki oleh pantai lainnya di Indonesia, salah satu hal yang unik adalah lokasi pantai barsela yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Hal ini yang kemudian menjadi motivasi utama klub selam Stingray Diving Club (SDC) yang merupakan satu-satunya klub selam di Universitas Teuku Umar untuk bereksistensi di bidang penyelaman khususnya dalam bidang selam ilmiah di wilayah pantai barsela Aceh. Bertepatan pada hari jumat 27/9, klub selam SDC Universitas Teuku Umarmenyelanggarakan kegiatan pelatihan selam dan pemantauan ekosistem terumbu karang yang disampaikan oleh Samsul Bahri, S.Kel, M.Si yang merupakan salah satu dosen pada program studi ilmu kelautan di Universitas Teuku Umar, Meulaboh.


Kegiatan ini dibuka oleh Dr. Muhammad Rizal, S.Pi, M.Si selaku pembina klub selam SDC Universitas Teuku Umar. Pada sambutannya beliau menyampaikan bahwa "dalam perkembangan ilmu pengetahuan, keahlian dan kemampuan dalam menguasai teknik merupakan kunci utama dalam membentuk anggota yang profesional, pemahaman tentang teknik pemantauan perlu untuk diketahui karena klub selam SDC merupakan satu-satunya klub selam ilmiah di Universitas Teuku Umar yang fokus pada konservasi laut dan lingkungan pesisir". Kegiatan pelatihan ini menitikberatkan pada peningkatan kapasitas anggota klub selam SDC Universitas Teuku Umar yang fokus pada kegiatan selam ilmiah. Materi yang diberikan meliputi tentang bagaimana cara melaksanakan pemantauan ekosistem terumbu karang yang tepat serta proses menganalisis data pasca pelaksanaan pemantauan. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan mampu menciptakan anggota klub selam SDC Universitas Teuku Umar yang kompeten dan mampu bersaing sebagai akademisi yang profesional khususnya dalam bidang selam ilmiah.

Komentar :

Lainnya :