Dosen Fakultas Teknik UTU Sukses Raih HAKI
  • UTU News
  • 22. 09. 2019
  • 0
  • 444

Abu cangkang sawit tersebut diolah dari limbah kerak boiler atau sisa pembakaran kerak tanur pada pabrik pengolahan kelapa sawit, yg ditumbuk halus dan disaring dengan ayakan no #200.

MEULABOH, UTU - Sertifikat paten Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi seorang dosen sangat penting untuk menghindari praktek pembajakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, sertifikat ini menjadi dasar agar peneliti tersebut mendapatkan hak royalti ketika penelitian telah diaplikasikan oleh pihak yang berorientasi bisnis. Untuk mendapatkan sertifikat HKI tidaklah mudah, mereka harus memiliki karya yang orisinil, yaitu produk tersebut hasil karyanya sendiri.

Dosen Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar (UTU) yaitu Andi Yusra, S.T., M.T telah mendapatkan hak pengakuan intelektual dalam bentuk sertifikat HKI dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) atas ciptaan karya tulis yang berjudul, “Pemanfaatan Limbah Kerak Boiler dan Serat Bambu Pada Beton Mutu Tinggi.” terhitung 17 September 2019.

HAKI yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia ini merupakan suatu perlindungan ciptaan oleh Negara dan Undang-Undang nomor 28 tahun 2014 di bidang Ilmu pengetahuan, seni dan sastra. Perlindungan ini bermaksud agar setiap warga negara diakui dan dilindungi hasil karya keilmuan dan pengetahuannya dari pengklaiman berdasarkan pasal 72 Undang-Undang tentang hak cipta.

Andi Yusra kepada media UTU.News mengatakan HAKI atau Hak Kekayaan Intelektual Artikel ini adalah merupakan suatu luaran yang peneliti hasilkan untuk melengkapi kewajiban sebagai peneliti.

"Artikel ini memuat tentang penggunaan Abu Cangkang Sawit sebagai Fly Ash sebagai bahan tambah untuk membuat beton tinggi. Kemudian sebagaimana berdasarkan referensi-referensi yang sudah ada bahwa beton mutu tinggi itu bersifat getas maka menurut hemat peneliti mencoba menambahkan serat bambu untuk meningkatkan daktilitas dari beton tersebut." ujar Andi Yusra, Minggu (22/9).

Dari hasil penelitian lanjutan nantinya diprediksikan kuat tarik belah beton meningkat akibat penambahan serat bambu. Serta meningkatkan kapasitas lentur balok. Dari hasil pengujian akibat penambahan serat bambu terjadi penurunan kuat tekan beton mutu tinggi, tetapi beton yg dihasilkan masih dikategorikan beton mutu tinggi karena kuat tekan yg dihasilkan masih di atas 50 MPa. Abu cangkang sawit tersebut diolah dari limbah kerak boiler atau sisa pembakaran kerak tanur pada pabrik pengolahan kelapa sawit yang ditumbuk halus dan disaring dengan ayakan no #200. Jelas Andi Yusra.

“Dengan adanya berbagai penelitian dan pengabdian yang dipublikasi dan mendapatkan HAKI justru akan membawa dampak yang baik bagi perguruan tinggi”, ungkap dosen Teknik Sipil yang juga Ketua Senat Universitas Teuku Umar ini.

Ditanya soal masa berlaku HAKI, Ia menjawab bahwa “HAKI ini berlaku seumur hidup, dan sampai 70 tahun setalah pemegang HAKI meninggal, itu sudah diatur dalam Undang-Undang”, tutupnya. (Aduwina).

Komentar :

Lainnya :