DI AWAL TAHUN 2022, PRODI ILMU KELAUTAN MELAKSANAKAN STADIUM GENERALE
  • Program Studi Ilmu Kelautan
  • 11. 03. 2022
  • 0
  • 1048

MEULABOH – Program Studi Ilmu Kelautan Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar mengadakan kegiatan Stadium Generale dengan tema  MITIGASI PENCEMARAN LAUT DI LINGKUNGAN LAUT ASEAN. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Gedung Terintegrasi Lantai 2 Ruang Aula Universitas Teuku Umar yaitu pada hari Kamis 24 Februari 2022.

 

Kegiatan Stadium Generale yang diadakan oleh Program Studi Ilmu Kelautan tersebut mengundang Pakar Pencemaran laut dan Bioremediasi yauti Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti., S.Pi., DEA. Beliau juga merupakan Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) yang berlokasi di Tanjung Pinang Kepulauan Riau. Agenda  stadium generale  dibuka oleh Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar yaitu Prof. Dr. M Ali S, M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Dr. M. Ali S., M.Si menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada  Pembicara Utama  yang juga Rektor UMRAH atas kesediaannya memberikan  pengalaman terkait dengan laut.Hal ini karena bertepatan dengan momen penandatangan MoU Bersama Tiga Pimpinan Perguruan Tinggi tersebut yaitu dari Rektor UNSIL, Prof. Dr. H. Rudi Priyadi, Ir., MS, Rektor UMRAH Dr. Agung Dhamar Syakti,S.Pi. DEA dan Rektor UNIKI, Prof. Dr. Apridar, SE., M.Si.

Salah satu pimpinan perguruan tinggi diacara tersebut adalah Rektor UMRAH yang diundang sebagai Narasumber  Stadium Generale  ini. Beliau menjelaskan perlu adanya upaya mitigasi pencemaran laut pada lingkungan laut di wilayah ASEAN khususnya di Indonesia.

Dalam sesi diskusi, mahasiswa FPIK Universitas Teuku Umar sangat antusias menyampaikan pertanyaan yang ditujukan kepada Narasumber ahli. Ketua Jurusan Ilmu Kelautan Bapak Mohamad Gazali., S.Pi., M.Si mengatakan bahwa “riset terkait pencemaran laut ini masih perlu digalakkan terutama mikroplastik  dan makroplastik yang sudah terjadi akibat aktivitas antropogenik yang terbawa melalui udara dan tentunya akan berdampak pada kehidupan biota laut “Mohammad Gazali. S.Pi., M.Si. Dalam mewujudkan MBKM kita bisa membangun Kerjasama mitra baik Pemerintah, dan LSM yang berkecimpung  polusi laut  untuk menempatkan mahasiswa magang selama 6 bulan setara 20 SKS. [Gazali].

Komentar :

Lainnya :