• Prodi Ilmu Kelautan
  • 24. 11. 2019
  • 148

 

BAB I

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang

Program Studi (Prodi) Ilmu Kelautan (IKL) Universitas Teuku Umar (UTU) didirikan pada Tahun 2017 berdasarkan SK Nomor 397/KPT/1/2017 tentang izin pembukaan Program Studi Ilmu Kelautan Pada Universitas Teuku Umar di Meulaboh yang ditandatangani oleh Bapak Prof. Ainun Naim Ph.D, M.B.A selaku Sekretaris Jenderal.  dan merupakan prodi terbaru­ di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Teuku Umar. Prodi ini dibuka atas pertimbangan wilayah Aceh Barat memiliki potensi laut yang besar. Disepanjang wilayah Barat Selatan Aceh ini dikelilingi oleh Samudra Hindia sehingga wilayah ini memiliki potensi besar di bidang Kelautan. Dengan demikian, perlu adanya Sumberdaya Manusia (SDM) yang unggul dan mandiri agar mampu menggali potensi sumberdaya laut di kawasan Barat Selatan Aceh (BARSELA). Prodi Ilmu Kelautan baru berjalan selama dua tahun sehingga aktivitas akademik masih minim dan belum memiliki akreditasi. Saat ini, Program studi ini juga belum menghasilkan lulusan karena baru memiliki dua angkatan yakni angkatan 2018 dan angkatan 2019.

Sumberdaya Kelautan yang berlimpah di pesisir Barat Selatan (BARSELA) Aceh memerlukan Sumberdaya Manusia (SDM) yang profesional di bidang kelautan. Diharapkan ke depan prodi Ilmu Kelautan mampu menghasilkan lulusan yang handal serta ahli dibidang kelautan agar mampu menghasilkan riset yang inovatif dan berdaya saing tinggi seperti yang tercantum dalam visi prodi Ilmu Kelautan yaitu menjadi program studi ilmu kelautan yang unggul dan berdaya saing tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dibidang Marine Industries pada tingkat nasional 2030. Berdasarkan visi ini, pengembangan ilmu pengetahuan mengarah ke industri kelautan, yaitu mampu mengelola dan memanfaatkan potensi laut secara berkelanjutan dan menjadikan peluang usaha yang berbasis wirausaha. Oleh karena, itu peran prodi Ilmu Kelautan adalah salah satunya menghasilkan lulusan yang profesional sebagai pendukung pembangunan daerah di sektor kelautan.

Berdasarkan latar belakang tersebut, perlu adanya RENSTRA sebagai alat kontrol dan tolak ukur kinerja perguruan tinggi karena Rencana Strategis (RENSTRA) merupakan petunjuk arah pencapaian visi, misi, tujuan, dan sasaran yang telah disepakati bersama. Jadi, RENSTRA ini sebagai alat pengawasan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan di prodi Ilmu Kelautan selama periode 2018-2022.

 

  • Dasar Pemikiran

Dasar penyusunan rencana strategis prodi Ilmu Kelautan 2019-2023 disesuaikan dengan visi dan misi pendidikan tinggi secara nasional dalam menghadapi MEA dan revolusi industri 4.0. Visi pendidikan nasional mengarah kepada terwujudnya sistem pendidikan sebaga pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Sedangkan misi pendidikan nasional adalah sebagai berikut:

  1. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia.
  2. Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar.
  3. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral.
  4. Meningkatkan profesionalitas dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai lembaga pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap dan dikembangkan bedasarkan standar nasional dan global.
  5. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyalenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi daerah dalam konteks Negara Kesatuan Repoblik Indonesia.

Berdasarkan misi pendidikan nasional tersebut, dasar pemikiran prodi Ilmu Kelautan dalam mewujudkan pembangunan nasional salah satunya adalah meningkatkan profesionalitas dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai lembaga pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap dan dikembangkan berdasarkan standar nasional dan global melalui implementasi Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu penelitian, pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat yang inovatif, kreatif dan berbasis kewirausahaan. Disamping itu, dasar pemikiran kedua yaitu meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral. Kesiapan masukan dapat dilakukan melalui kerjasama antar lembaga terkait yang mengelola bidang kelautan.

Disadari atau tidaknya bahwa tantangan baru prodi Ilmu Kelautan saat ini adalah:

  1. Keterbatasan sarana dan prasarana untuk praktikum
  2. Tuntutan masyarakat yang semakin kritis seiring perkembangan zaman
  3. Minimnya jumlah hasil riset dari dosen Ilmu Kelautan
  4. Prodi Ilmu Kelautan masih belum dikenal oleh masyarakat luas karena masih berstatus Prodi Baru.
  5. Tuntutan dalam menghadapi pasar bebas.

Dalam menghadapi permasalahan tersebut, perlu adanya rencana strategis untuk pengembangan Prodi Ilmu Kelautan ke depan periode 2018-2022.  Keberhasilan sebuah institusi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Oleh karenanya, program RENSTRA ini sebagai alat tolak ukur dalam melaksanakan kegiatan yang akan dilakukan dan meningkatkan kualitas SDM yang unggul.

 

BAB II

GAMBARAN UMUM

 

Program Studi Ilmu Kelautan (disingkat dengan IKL) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar merupakan Program Studi  baru yang penerimaan mahasiswa-mahasiswi dimulai pada tahun 2018. Program Studi  Ilmu Kelautan dituntut untuk memajukan civitas akademika Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin meningkat. Hal ini tentu saja di perlukan visi dan misi yang tepat untuk mencapai tujuan dan target dari Program Studi ilmu kelautan yang mampu mewujudkan salah satu wadah ilmu teknologi berkembang dan nilai yang berguna berkemampuan serta strategi yang diharapkan oleh lapisan masyarakat, bangsa dan negara. Program Studi Ilmu Kelautan merupakan wadah yang bisa dihandalkan untuk generasi penerus bangsa dan negara serta memberikan pengembangan dalam bidang kelautan yang berkelanjutan di pantai Barat Selatan  (BARSELA) Aceh khususnya dan Indonesia pada umummnya.

Adapun visi Program Studi ilmu kelautan adalahMenjadi program studi ilmu kelautan yang unggul dan berdaya saing tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dibidang Marine Industries pada tingkat nasional 2030”.

 Adapun misi dari Program Studi Ilmu Kelautan meliputi:

  1. Menyelenggarakan kegiatan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing sesuai dengan perkembangan IPTEK dalam bidang kelautan
  2. Menyelenggarakan riset yang inovatif, berdaya saing tinggi dan berkelanjutan yang sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan masyarakat, bangsa dan negara.
  3. Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan melalui pengabdian kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan daya saing masyarakat dan badan usaha dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Tujuan – Tujuan Program Studi

  1. Menghasilkan lulusan yang berpengetahuan dan berpengalaman dibidang kelautan.
  1. Menghasilkan lulusan yang unggul dan terdepan dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya hayati dan non hayati laut secara berkelanjutan.
  2. Menghasilkan lulusan yang berjiwa kepemimpinan, berwawasan kebangsaan dan cakap dalam berkomunikasi.
  3. Menghasilkan riset – riset terapan yang inovatif dan berwawasan konservasi laut.
  4. Membudayakan diskusi ilmiah baik antar mahasiswa, dosen, lembaga pusat studi dan organisasi profesi.
  5. Mendorong mahasiswa dan dosen untuk meningkatkan kemampuan ilmiah
  6. Mengintensifkan kerjasama dengan instansi pemerintah maupun swasta dalam hal riset maupun menerapan ilmu.

 

BAB III

EVALUASI DIRI

Program studi Ilmu Kelautan merupakan salah satu program studi baru yang terdapat di Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Teuku Umar. Sebagai salah satu program studi yang baru dibentuk, tentu memiliki tujuan yang besar dalam mengembangkan sektor kelautan di Indonesia pada umumnya dan di Aceh pada khususnya. Adapun visi utama dari prpgram studi Ilmu Kelautan adalah Menjadi program studi yang unggul dan berdaya saing tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dibidang Marine Industries pada tingkat nasional.

Dalam mewujudkan visi tersebut, tentunya dibutuhkan sarjana (S-1) yang handal dan berdaya saing tinggi serta mampu berfikir berkerya dan mengembangkan keilmuan yang telah dimilikinya khususnya Ilmu Kelautan. Tujuannya agar para lulusan nantinya dapat menguasai dan menerapkan bidang keilmuan yang telah dipelajarinya dalam usaha nyata guna mengembangkan sektor Marine Industries yang ada di Indonesia. Salah satu upaya pengembangan program studi Ilmu Kelautan adalah dengan menyusun suatu rencana strategis (RENSTRA). Salah satu aspek yang perlu dikaji adalah kondisi eksternal dan internal program studi yang didasarkan pada analisis SWOT. Pendekatan yang dilakukan yakni dengan mengidentifikasi lingkungan internal melalui kekuatan (strengths), dan kelemahan (weaknesses), sedangkan lingkungan eksternal dilakukan dengan mengidentifikasi peluang (opportunities) dan ancaman (threats) bagi pengembangan program studi Ilmu Kelautan. Adapun hasil pendekatan analisis yang diperoleh adalah sebagai berikut:

  1. Visi dan Misi

Kekuatan

1.      Visi dan misi yang telah di deskripsikan oleh program studi ilmu kelautan telah selaras dengan nawacipta universitas teuku umar

2.      Visi dan misi yang disusun juga meyesuaikan dengan masukan dari berbagai pihak baik pihak eksternal maupun internal

3.      Menyesuaikan dengan tri dharma perguruan tinggi di Indonesia

Kelemahan

1.      Mayoritas tenaga pengajar masih dalam kualifikasi yang rendah pada jabatan fungsional

2.      Masih rendahnya produktifitas tenaga pengajar dalam ruang lingkup program studi

3.      Fasilitas yang masih kurang dalam menunjang aktifitas publikasi dan pengabdian

Peluang

1.      Besarnya sumberdaya alam yang terdapat di pesisir barat aceh

2.      Terdapat beberapa lembaga non pemerintahan yang dapat dijadikan sebagai mitra dalam melaksanakan kerjasama

Ancaman

1.      Regulasi pemerintah yang kurang tepat sasaran

2.      Besarnya kompetisi antar perguruan tinggi, khususnya pada fakultas kelautan dan perikanan yang terdapat di aceh

 

 

  1. Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan dan Penjaminan Mutu

Kekuatan

1.      Struktur kepemimpinan yang telah terbentuk sesuai dengan kebutuhan program studi

2.      Perencanaan yang telah selaras dengan visi dan misi program studi

3.      Fasilitas pendukung struktural yang telah sesuai dengan kebutuhan program studi

Kelemahan

1.      Belum adanya sistem penjaminan mutu

2.      Anggaran yang minim dalam mendukung kegiatan pada program studi

3.      Kurangnya koordinasi dan antar tenaga pengajar

4.      Teknologi Website yang terbatas

Peluang

1.      Kegiatan program studi yang berjalan dengan baik

2.      Kemudahan akses dalam peningkatan kapasitas bagi tenaga pengajar

Ancaman

1.      Intervansi kepentingan luar yang dapat memperlambat pengembangan program studi

  1. Mahasiswa dan Lulusan

Kekuatan

1.      Organisasi mahasiswa yang aktif dalam berbagai kegiatan internal dan eksternal universitas

2.      Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian

Kelemahan

1.      Belum adanya lulusan sarjana (S-1) yang terbentuk pada program studi

2.      Latar belakang pendidikan mahasiswa yang berasal dari ilmu sosial

3.      Kemampuan daya serap ilmu mahasiswa yang masih rendah

4.      Kurangnya kedisiplinan dan sopan santun mahasiswa terhadap tenaga pengajar

5.      Minimnya sarana dan prasarana Praktek Lapang dan Stasiun Kelautan

Peluang

1.      Potensi daya serap terhadap lulusan program studi ilmu kelautan di dunia kerja nyata

2.      Luasnya laboratorium alam di pantai barat selatan yang dapat dimanfaatkan bagi mahasiswa pada kegiatan eksternal universitas

3.      Tersedia dana untuk pengembangan akademik mahasiswa melalui instansi pemerintah dan non pemerintah

Ancaman

1.      Tingginya kompetisi antar perguruan tinggi pada program studi ilmu kelautan

2.      Cepatnya perkembangan teknologi yang belum mampu diikuti oleh perguruan tinggi

3.      Kurangnya sosialisasi terhadap program studi ilmu kelautan

 

 

  1. Sumberdaya Manusia

Kekuatan

1.      Tenaga pengajar dengan usia dan semangat yang masih muda

2.      Tenaga pengajar yang berasal dari berbagai latar belakang keilmuan

3.      Tenaga pengajar yang berasal dari lulusan dalan dan luar negeri

Kelemahan

1.      Kualifikasi jabatan fungsional yang masih rendah

2.      Mayoritas tenaga pengajar merupakan lulusan Magister (S-2)

3.      Kurangnya produktifitas dalam publikasi ilmiah

4.      Mengajar pada bidang yang tidak sesuai dengan latar belakang keilmuannya

Peluang

1.      Akses pengembangan kapasitas yang terbuka melalui kegiatan pelatihan dan penelitian yang difasilitasi oleh universitas dan kementerian

2.      Luasnya bentang alam pesisir barat aceh yang dapat dijadikan media pembelajaran melalui penelitian dan pengabdian

3.      Usia mayoritas tenaga pengajar yang tergolong dalam usia produktif

Ancaman

1.      Kurangnya minat dan semangat dalam pengembangan diri

2.      Kurangnya koordinasi antar tenaga pengajar khususnya dalam hal sharing dan diskusi

  1. Kurikulum, Pembelajaran dan Akademik

Kekuatan

1.      Kurikulum yang selaras dengan kebutuhan sumberdaya manusia yang sedang dibutuhkan dewasa ini, juga sesuai dengan visi Universitas Teuku Umar yang fokus pada pengembangan marine industries

2.      Menyediakan berbagai matakuliah yang sesuai dengan bidang minat mahasiswa

3.      Membangun suasana akademik dengan membuat berbagai kegiatan pengembangan kapasitas bagi mahasiswa

Kelemahan

1.      Kurangnya variasi bidang keahlian tenaga pengajar yang berdampak terhadap pelaksanaan kurikulum pembelajaran

2.      Kurangnya fasilitas penunjang yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran

3.      Kurangnya suasana akademis dalam ruang lingkup program studi ilmu kelautan.

4.      Kurikulum belum berbasis KKNI

Peluang

1.      Meningkatkan kreatifitas terhadap aktifitas belajar dan mengajar dengan segala keterbatasan fasilitas yang ada

2.      Meningkatkan sumberdaya masyarakat pesisir dikarenakan banyaknya mahasiswa yang berasal dari wilayah pesisir dan pulau kecil

Ancaman

1.      Kurangnya motivasi belajar dari mahasiswa

2.      Kurangnya sikap disiplin dan sopan santun dari mahasiswa dalam aktifitas pembelajaran

  1. Sistem Informasi, Sarana dan Prasarana

Kekuatan

1.      Tersedianya laboratorium komputer, laboratorium MIPA, sebagai media pembelajaran penunjang

2.      Memiliki sarana dan prasarana yang standar.

Kelemahan

1.      ketergantungan dana terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Negara

2.      sarana dan prasarana yang belum dikelola dan dimanfaatkan secara maksimal

 

Peluang

1.      Pembangunan laboratorium laut sebagai penunjang perkuliahan

2.      Sertifikasi laboratorium agar lebih profesional dan berstandar nasional

3.      Meningkatkan kreatifitas pengajar dalam proses pembelajaran dengan keterbatasan

Ancaman

1.      Penggunaan sarana dan prasarana yang tidak sesuai dengan prosedur

2.      Asset yang tidak dapat di jaga dengan baik

  1. Penelitian, Pengabdian dan Kerjasama

Kekuatan

1.      Mayoritas tenaga pengajar yang masih dalam usia produktif

2.      Pihak universitas dan fakultas yang sangat mendukung dalam kegiatan kerjasama

3.      Sumberdaya alam yang melimpah sebagai laboratorium alam dalam mendukung proses penelitian dan pengabdian

Kelemahan

1.      Kurangnya minat tenaga pengajar dalam melaksanakan penelitian, pengabdian dan kerjasama eksternal

2.      Suasana akademis yang belum terbangun dalam mengembangkan ide dan gagasan terhadap penelitian, pengabdian dan kerjasama

3.      Kurangnya komunikasi oleh pimpinan terhadap stakeholder

Peluang

1.      Sumberdaya alam yang melimpah sebagai media dalam melaksanakan penelitian dan pengabdian

2.      Stakeholder yang dapat dijadikan mitra kerjasama

Ancaman

1.      Dihapusnya dana  reward jurnal ilmiah yang telah dipublikasi

2.      Kurangnya pemahaman tenaga pengajar terhadap penggunaan teknologi informasi dalam mendukung proses penelitian, pengabdian dan kerjasama

3.      Sikap acuh terhadap mitra yang berpotensi pemutusan kerjasama

 

BAB IV

ISU STRATEGIS

Masa sekarang dalam menentukan sebuah isu strategis seberapa besar isu tersebut menyangkut terhadap persoalan, peluang, asas manfaat bagi orang banyak, lintas sektor, lintas wilayah, serta dampak jangka panjang (masa depan). Desentralisasi dan sentralisasi harus diperhatikan atau dikedepankan dalam perencanaan yang diharapkan sehingga dapat berdampak yang signifikan terhadap program dengan sifat dan karakteristik mendasar, penting, butuh, serta mendesak. Penyelenggaraan isu-isu strategis di Program Studi ilmu Kelautan dirumuskan berdasarkan permasalahan, tantangan, potensi serta peluang dalam perkembangan dan pembangunan kedepannya, meliputi aspek sosial-budaya, ekologi (fisik-lingkungan), ekonomi dan penggunaan teknologi (modern) menuju kemandirian.

Penyiapan isu strategis yang komprehensif dalam pengaktualisasian harus mengacu kepada persoalan dan literatur yang sudah ada sehingga dapat diambil kesimpulan dan menetapkan keputusan terhapdap isu strategis. Pelaksanaan tridarma perguruan tinggi merupakan langkah dan scanning terhadap penyelesaian masalah serta memberikan kontribusi untuk khalayak orang banyak. Target tahun capaian Program Studi  ilmu kelautan yang sangat pendek dimulai pada tahun 2018 s/d 2022 diharapkan dapat mengemaskan data yang telah dihasilkan sehingga memberikan masukan dan sudut pandang untuk menjalankannya lebih baik menuju ilmu kelautan berkembang.

Berdasarkan penetapan ada beberapa isu strategis Program Studi  Ilmu Kelautan FPIK-UTU dengan target tahun capaian 2018 s/d 2022  antara lain:

  1. Peningkatan standar kualitas pendidikan.
  2. Mengintensifkan kerjasama dengan instansi terkait.
  3. Peningkatan dan ketersediaan layanan tenaga pendidik.
  4. Pengembangan Program Studi ilmu kelautan go green
  5. Pelayanan publik berbasis manajemen good governance, profesional dan proporsional.
  6. Pengembangan mahasiswa-mahasiswi beretika dan berkarakter, berjiwa kepemimpinan serta enterpreneur.
  7. Meningkatkan motivasi dan softskill mahasiswa-mahasiswi dalam program kreativitas mahasiswa (PKM), UTU Awards, LKTI dan Lomba lainnya.

Dengan target tahun capaian Ilmu Kelautan FPIK UTU sehingga pelu disiapkan upaya membangun langkah serta tahapan yang akan dilakukan terhadap isu strategis Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar yang meliputi:

  1. Peningkatan standar kualitas pendidikan
  2. Mengintensifkan kerjasama dengan instansi terkait.
  3. Melaksanakan kerjasama dengan instansi pemerintah.
  4. Melaksanakan kerjasama dengan instansi non pemerintah.
  5. Membuat jaringan dengan berbagai komunitas dan lembaga
  6. Peningkatan dan ketersediaan layanan tenaga pendidik.
  7. Penyediaan tenaga pendidik di Program Studi.
  8. Peningkatan saran dan prasaranan pendukung website.
  9. Peningkatan kualitas penyelenggaraan sistem pelayanan.
  10. Pengembangan Program Studi go green (paper less).
  11. Pelayanan publik berbasis manajemen good governance, profesional dan proporsional.
  12. Pengembangan mahasiswa-mahasiswi beretika dan berkarakter, berjiwa kepemimpinan serta entrepreneur.
  13. Meningkatkan motivasi dan softskill mahasiswa-mahasiswi dalam program kreativitas mahasiswa (PKM)

Isu strategis ini merupakan pikiran bagian proses dari berbagai kegiatan dan upaya yang telah dilakukan dan berharap apa yang telah diupayakan ini dapat memberikan refelksi terhadap capaian, dan indikasi terhadap program kegiatan yang berlangsung.

 

BAB V

STRATEGI PENCAPAIAN DAN INDIKATOR KINERJA

 

Target Capaian

 

Base-line

2018

2019

2020

2021

2022

 

 Merancang dan melaksanakan kualitas pendidikan

belum

belum

sudah

sudah

sudah

sudah

 

40.44%

 

 

belum

 

  

40%

60%

 

 

terlaksana

 

 

45%

75%

 

 

terlaksana

 

 

50%

80%

 

 

terlaksana

 

 

55%

90%

 

 

terlaksana

 

 

60%

100%

 

 

terlaksana

 

 

65%

 

 

belum

belum

belum

belum

belum

4 tahun, 0 bulan

 

belum

3.00

3.00

3.08

3,08

3,1

 

belum

5%

5%

2%

2%

2%

 

belum

10%

10%

20%

30%

40%

 

belum

10%

10%

10%

10%

20%

 

30%

40%

65%

75%

80%

90%

 

1

1,2

1,2

1,2

1,2

1,2

 

90%

100%

100%

100%

100%

100%

 

belum

belum

Belum

B

B

B

 

Peningkatan ketersediaan dan keterjangkauan layanan pendidikan

1:1

1:2

1:2

1:2

1:2

1:2

 

5%

10%

10%

10%

10%

10%

 

Penguatan pola pembinaan dan pengembangan kemahasiswaan dan peran alumni

belum

belum

belum

belum

belum

≤ 8 bulan

 

belum

55%

60%

65%

70%

75%

 

belum

belum

belum

belum

belum

1

 

belum

belum

belum

belum

belum

300

 

Peningkatan dan pengembangan kapasitas infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi

72

120

200

300

400

500

 

25

35

40

45

50

55

 

 

Komentar :